HKTI Bali dan BRMP Bali Perkuat Sinergi Membangun Pertanian Bali Menuju Indonesia Emas 2045
Denpasar, 2 September 2026 — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Bali melakukan kunjungan ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali untuk memperkuat sinergi dan bertukar informasi terkait potensi serta berbagai permasalahan pertanian di Bali.
Kunjungan tersebut dihadiri oleh tiga orang perwakilan HKTI Bali, terdiri atas Sekretaris HKTI Bali, Luh De, bersama dua orang perwakilan DPD HKTI Bali. Kedatangan rombongan disambut langsung oleh Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., bersama jajaran staf BRMP Bali.
Sekretaris HKTI Bali, Luh De, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan memperoleh data dan informasi sekaligus berdiskusi mengenai kondisi pertanian di Bali. Informasi tersebut diharapkan dapat menjadi dasar bagi HKTI dalam menyusun langkah penguatan sektor pertanian dan petani di Bali.
“Kami ingin memperoleh data dan bertukar informasi terkait potensi dan permasalahan pertanian Bali, sehingga kami di HKTI dapat memetakan apa yang akan dikerjakan dalam penguatan petani, menjaga ketahanan pangan, dan meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan demikian, pertanian Bali ke depan dapat menjadi leading sector menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Luh De.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menegaskan bahwa BRMP Bali terbuka dan siap bersinergi dengan HKTI dalam mendukung pembangunan pertanian di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, BRMP Bali memaparkan sejumlah kondisi dan tantangan pertanian Bali, antara lain produksi pangan dan kebutuhan pangan masyarakat Bali, termasuk kebutuhan pangan yang terus meningkat seiring berkembangnya sektor pariwisata.
Selain itu, turut dibahas sejumlah permasalahan strategis yang dihadapi sektor pertanian, seperti berkurangnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan, menurunnya kesuburan lahan, serta semakin rendahnya minat generasi muda Bali untuk terjun dan mengembangkan usaha di sektor pertanian.
“Pertanian Bali menghadapi berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan dan berkurangnya lahan pertanian, penurunan kesuburan tanah, hingga regenerasi petani. Kondisi ini membutuhkan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak agar pertanian Bali tetap produktif, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Rai Yasa.
Lebih lanjut, Rai Yasa menyampaikan dukungan BRMP Bali terhadap berbagai program strategis Kementerian Pertanian, di antaranya penerapan Pertanian Modern–Advanced Agricultural System (PM-AAS) serta pelaksanaan verifikasi dan validasi usulan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) untuk bantuan pemerintah lingkup Kementerian Pertanian.
Menurutnya, penerapan modernisasi pertanian menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing pertanian sekaligus menarik minat generasi muda untuk terlibat dalam sektor pertanian.
Dalam pertemuan tersebut, HKTI Bali juga menyampaikan keinginannya untuk membangun kerja sama yang lebih konkret dengan BRMP Bali. Kerja sama tersebut direncanakan diwujudkan melalui Memorandum of Understanding (MoU) sebagai landasan kolaborasi dalam mendukung pembangunan dan penguatan pertanian Bali.
Sinergi antara BRMP Bali dan HKTI Bali diharapkan dapat menghasilkan langkah-langkah strategis dalam memperkuat petani, meningkatkan ketahanan pangan, mendorong kesejahteraan petani, serta menjaga keberlanjutan sektor pertanian Bali.
Kolaborasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama menjadikan pertanian sebagai salah satu sektor unggulan yang mampu berkontribusi terhadap pencapaian Indonesia Emas 2045.